Reblog: Hiperkonsumerisme, Hiperteks, Hipermedia

Apakah Anda bangga bangsa ini menempati urutan atas pengguna jasa komunikasi maya? Sebagai pengguna Facebook terbesar kedua di dunia, terbesar ketiga untuk Twitter. Pengguna telepon seluler meningkat pesat dari tahun ke tahun. Lalu, sejumlah orang terinjak-injak ketika mengantre Blackberry yang dijual separuh harga di Pacific Place, Jakarta. 

Saya sama sekali tidak bangga, bahkan prihatin. Kemajuan teknologi komunikasi telah sampai pada suatu paradoks: dia memisahkan, bukan menghubungkan. Benar, dia menghubungkan seseorang dengan mereka yang jaraknya jauh dari lingkungan fisik-sosial. Hanya saja, sebaliknya pada saat bersamaan orang itu tercerabut dari ruang sosial di mana secara fisik kita semua hadir.

…………….

Ketergesa-gesaan, ketergopoh- gopohan, adalah ciri masyarakat masa kini. Munculnya jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter, mengakselerasi ketergopohan itu. Mereka menekankan pada kesegeraan dengan istilah yang dikenal para penggunanya sebagai status update. Kalau perlu, barusan buang angin pun diberitahukan ke seluruh dunia. Untuk bisa selalu update, orang terus-menerus memelototi Blackberry.

Apanya yang harus dibanggakan dengan itu semua?

(Source: tekno.kompas.com)

Sesuatu yang belum halal disentuh dengan tangan, sentuhlah hatinya dengan doa.

( (via kuntawiaji)

(Source: sederhanaindah, via namasayakinsi)

)

Supernova: Akar (Part 1)

Setelah lebih dari satu bulan gak baca novel, akhirnya aku memutuskan untuk membaca “Akar”. Sempat ragu untuk memulai, karena masih kebayang sulitnya memahami beberapa bagian di novel “Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh”. Tapi kalo gak mulai lagi, target tahun ini gak bakalan tercapai.. :)

Sempet sekali waktu baca “Di Bawah Lindungan Ka’Bah” versi ebook. Capek. Capek mata karena harus terus-terusan liat layar laptop. Capek otak karena harus memahami rangkaian kata-katanya. Terkadang harus mengulang satu paragraf berkali-kali untuk mengerti maknanya. Pfff…

Tapi aku suka.. :D

Aku suka dengan perkawinan kata yang apik. Dan ini sebenarnya tantangan untuk diri sendiri. Menantang diri sendiri untuk membaca jenis novel yang lain dari biasanya. Menantang diri sendiri untuk ikut hadir dalam satu cerita yang lebih complicated. Karena kehidupan itu gak semanis teenlit.. #dilemparnovelsamapenggemarteenlit :D

Ya sudah. Nantikan part selanjutnya ya. Insya Allah isiinya kutipan-kutipan yang aku suka.. 

Tangan… *lambai-lambai tangan*

Manusia-manusia paling kepo sedunia.
Cerudikesszzz sejatii.. :D

Manusia-manusia paling kepo sedunia.

Cerudikesszzz sejatii.. :D

#Makjebbbbb…

#Makjebbbbb…

(Source: mandalawangi, via kuntawiaji)

Bismillaahirrahmaanirrahiiim

Suatu sore ana pernah melihat segerombolan muda-mudi, yang terdiri dari satu orang pria yang dikelilingi oleh para wanita.

Saat itu terlihat pria yang seorang diri itu seperti sedang dirayu oleh para wanita tersebut. Ana jadi ingat salah satu dari tujuh golongan yang dijamin Allah masuk syurga ialah Seorang lelaki yang dirayu oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan tetapi ia menolaknya seraya berkata ‘Aku takut kepada Allah’, tapi ana rasa adakah kisah seperti itu pada jaman ini setelah kisah nabi yusuf yang mulia?

Kisah nabi Yusuf itu sungguh menakjubkanku.
Seorang pria shalih yang menolak dengan tegas seorang wanita cantik jelita yaitu Zulaikha. 
Ana benar-benar kagum. Dan kekaguman ana semakin bertambah, ketika ana membaca sebuah kisah yang tak kalah mengagumkan dengan kisahnya nabi yusuf yang mulia. Kisahnya seperti ini,

***
Sulaiman ibn Yasar, demikian Al-Ghazali mengisahkan dalam Al-Ihya’, adalah seorang laki-laki yang dikenali paling tampan di zamannya. Satu waktu, bersama sahabatnya, dia berangkat menunaikan haji ke Makkah, di kota kecil bernama Abwa, tempat makam ibunda Sang Nabi berada, mereka beristirahat. 

Setelah selesai makan, sang kawan meminta izin pergi berbelanja beberapa bekal perjalanan. Sulaiman ibn Yasar duduk sendiri di kemahnya.

Dari kejauhan, seorang perempuan Badui yang cantik memperhatikannya. Wanita itu begitu terpesona pada paras Sulaiman. Dia turun dari ketinggian dan menghampiri kemah itu, lalu meminta izin masuk.

“Apa keperluanmu?” Tanya Sulaiman sembari menahan pandangan pada wanita cantik itu.

“Senangkanlah aku!” jawabnya.

Sulaiman pun membuka bekal makanannya dan menyerahkan semua makanan yang tersisa pada wanita itu. Dia mengira itulah yang dikehendaki sang perempuan gurun.

“Aku tidak menghendaki makanan,” ujar si Perempuan gurun sambil tersenyum. “Aku menginginkan apa yang biasa dilakukan seorang suami kepada istrinya.”

“Jadi Iblis yang telah mengutusmu padaku!” teriak Sulaiaman. 

Dia meletakkan wajah di antara kedua lututnya kemudian menjerit meraung-raung. Tangisnya begitu keras dan pilu. Perempuan gurun itu terkejut dan ketakutan dibuatnya. Dia berlari dan kembali kepada keluarganya.

Tak lama kemudian sang kawan pulang. Didapatinya mata Sulaiman merah sembab dan dia masih terisak-isak. 

“Ada apa denganmu, demi Allah?’ Tanya kawannya itu. 

Sulaiman pun menjelaskan kejadiannya dan mengisahkan kedatangan wanita Badui yang cantik itu. Mendengar cerita Sulaiman, kini sang kawan yang menangis keras-keras. Dia menutupkan kedua tangan kewajahnya.

“Hei, mengapa kini engkau yang menangis?”

“Demi Allah, wahai sulaiman,” ujarnya disela senggugu, “Aku lebih pantas menangis daripada dirimu. Aku sangat takut sekiranya aku yang diuji Allah dengan cara demikian. Aku khawatir jika aku yang mengalami kejadian ini, dan aku takkan mampu menahan hawa nafsuku sebagaimana yang kau lakukan.”

Mereka pun bertangisan.

Setibanya di Makkah, Sulaiman ibn Yasar melakukan thawaf, sa’i, dan menyelesaikan umrahnya. Setelah itu dia pun menghampiri Hijr Isma’il dan duduk berselonjor hingga dipagut kantuk. Dia tertidur dan bermimpi. Dalam mimpi, dia melihat dirinya didatangi oleh seorang lelaki yang tinggi, tegap, dan sangat tampan. Bau tubuhnya begitu harum dan semerbak mewangi.

“Semoga Allah menyayangimu, siapakah engkau?”

“Aku adalah Yusuf,” kata sosok itu.

“Yusuf As-shiddiq? Nabi yang sangat setia?”

“Benar,” beliau mengangguk.

“Demi Allah, dalam peristiwa antara engkau dan istri pejabat negeri Mesir itu adalah hal yang menakjubkan.”

Nabi Yusuf tersenyum. “Bahkan,” kata beliau ‘Alaihis Salaam pada Sulaiman ibn Yasar, 

“Kejadian antara engkau dan wanita Abwa itu jauh lebih mengagumkan.”

***
Subhanallah.
Mengapa Nabi Yusuf berkata demikian? Mungkin karena Sulaiman ibn Yasar bukanlah seorang Rasul seperti dia yang diberikan keistimewaan-keistimewaan oleh Allah. 

Sanggupkah kita seperti mereka?

Bersama bimbingan-Nya, Jawabannya Ya. 

Bukankah orang-orang diatas ialah orang-orang yang hidup di masa ke-khalifaan, akan lebih menakjubkan lagi jika kita yang hidup di zaman yang jauh dari masa-masa kenabian ini, tetapi kita menjaga hawa nafsu serta berusaha menjadi golongan yang dijamin masuk syurga tersebut.

Dan jangan heran jika kisah kita akan jauh lebih mengesankan, jika kita dapat berpegang teguh melawan nafsu kita, menjadi pemuda-pemudi yang tegas menolak ancaman godaan arus zaman atas izin Allah…
Semoga :)

Aamiin

(Source: facebook.com)

180512: Happy Birthday Asty..

Happy birthday Asty..

Wish you all the best.. :*

Hmm.. Apalagi ya? Pokoknya aku cuma berharap semua yang terbaik. Titik. Yang terbaik kok CUMA?? CUMA-nya itu yang gak nahan.. Hahaha.. :D

Oh iya, movie bikinan aku sama Amal masih disimpen gak? Huahaha.. Tadi pagi waktu lagi nyari ide buat postingan ini aku sempet nonton movie itu lagi. Takjub sama movie bikinan sendiri. Isinya terasa agak-agak alay gimanaaaa gitu.. :D

Sebenernya aku udah lupa jalan cerita movie itu. Sampe senyum-senyum sendiri waktu liat hal-hal “ajaib” di sana. Sempet juga nahan diri buat gak nangis waktu denger lagu “Yang Terbaik Bagimu” (Ahh.. Sampe sekarang perasaan aku masih berubah jadi mellow kalo denger lagu ini..:’)). Dan sempet terharu juga waktu baca tulisan-tulisan di movie itu.. #loh?? :p

Yeahhh.. Terima kasih untuk persahabatannya dan terima kasih untuk semua muanya.. (Gak alay lagi ini.. :D)

Happy birthday.. :*

Peluk cium dari Jogja…

ayuadenan:

Back in Time - Lyn (Ost. The moon That Embraces The Sun)

Love this song <3

Hati aku teriris iris sist denger lagu ini. Gak kuat dengernya lama lama. But love it.. :)

Posts I Like


WebCounter